Nama : M. Arief Hakiky
NPM : 137006186
Subnetting merupakan teknik memecah network
menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan
pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C. Dengan
subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah
maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
Tujuan subnetting
1.
Untuk mengefisienkan alokasi IP
Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address
2. Mengatasi
masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network,
karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media
fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
3. Meningkatkan
security dan mengurangi terjadinya kesalahan akibat terlalu banyaknya host
dalam suatu network.
Sebagai gambaran untuk mengenal teknik
subnetting ini contoh kasusnya kira-kira seperti berikut:
Misalkan disebuah perusahaan terdapat 200 komputer
(host). Tanpa menggunakan subnetting maka semua komputer (host) tersebut dapat
kita hubungkan kedalam sebuah jaringan tunggal dengan perincian sebagai
berikut:
Misal kita gunakan IP Address Private kelas C
dengan subnet mask defaultnya yaitu 255.255.255.0 sehingga perinciannya sebagai
berikut:
Network Perusahaan
Alamat Jaringan : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255
Misalkan diperusahaan tersebut terdapat 2 divisi
yang berbeda sehingga kita akan memecah network tersebut menjadi 2 buah
subnetwork, maka dengan teknik subnetting kita akan menggunakan subnet
mask 255.255.255.128 (nilai subnet mask ini berbeda-beda tergantung berapa
subnetwork yang akan kita buat) sehingga akan menghasilkan 2 buah blok subnet,
dengan perincian sebagai berikut:
Network Divisi A
Alamat Jaringan / Subnet A : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.126
Broadcast Address : 192.168.1.127
Network Divisi B
Alamat Jaringan / Subnet B : 192.168.1.128
Host Pertama : 192.168.1.129
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255
Dengan demikian dengan teknik
subnetting akan terdapat 2 buah subnetwork yang masing-masing network
maksimal terdiri dari 125 host (komputer). Masing-masing komputer dari subnetwork
yang berbeda tidak akan bisa saling berkomunikasi sehingga meningkatkan
security dan mengurangi terjadinya kongesti. Apabila dikehendaki agar beberapa
komputer dari network yang berbeda tersebut dapat saling berkomunikasi maka
kita harus menggunakan Router.
CONTOH SOAL PERHITUNGAN SUBNETTING
Perhitungan Subnetting ini sebenarnya sudah
dibahas secara panjang lebar oleh Bapak Romi Satria Wahono dalam artikel
beliau Perhitungan Subnetting, Siapa Takut?. Tetapi untuk melengkapi
artikel sebelumnya tentang Mengenal Teknik Subnetting, maka sayapun
ikut-ikutan mencoba membahas tentang Contoh Soal Perhitungan Subnetting.
Menurut saya (yang baru belajar networking), kunci
utama kita melakukan subnetting adalah dengan menentukan subnet mask suatu IP
Address dengan menggunakan konsep CIDR(Classless Inter Domain
Routing) yaitu metoda pengalamatan IP Address tanpa kelas (classless
addressing). Saya sendiri baru mengenal konsep CIDR ini beberapa minggu yang
lalu, karena selama ini yang saya tau hanyalah pengkelasan IP Address
(classfull addressing).
CIDR menghindari cara pemberian IP Address
tradisional menggunakan kelas A, B dan C. CIDR menggunakan "network
prefix" dengan panjang tertentu. Prefix length menentukan
jumlah bit sebelah kiri yang akan dipergunakan sebagai Network
ID (masih inget ya bahwa IP Address terdiri dari Network ID dan Host ID.
Network ID tidak sama dengan Network Address. Network ID merupakan bagian dari
IP Address sedangkan Network Address adalah IP Address dimana Host ID-nya diset
0 semua ).
Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu
kelas IP Address digunakan tanda garis miring(Slash) “/”, diikuti dengan angka
yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit. Misalkan suatu IP Address
ditulis 192.168.0.1/27hal ini mengandung arti IP Address tersebut memiliki 27
bit sebagai Network ID.
MENENTUKAN SUBNET MASK DENGAN CIDR:
Subnet
Mask atau Netmask adalah angka biner 32 bit yang digunakan
untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host,
apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. Bit yang menunjukkan
Network ID diset 1 dan bit yang menunjukkan Host ID diset 0.
Suatu IP Address 192.168.0.1/27 berarti memiliki
27 bit sebagai Network ID dan 5 bit sisanya sebagai Host ID (masih ingatkan IP
address terdiri dari 32 bit). Sehingga Subnet Mask dari IP Address tersebut
adalah 11111111.11111111.11111111.11100000 atau 255.255.255.224.
Tabel di bawah ini merupakan subnet mask yang bisa
di gunakan untuk subnetting :
CONTOH SOAL PERHITUNGAN SUBNETTING
Soal –soal perhitungan subnetting biasanya
berkisar di empat masalah yaitu: Jumlah Subnet,Jumlah Host per
Subnet, Blok Subnet dan Alamat Host-Broadcast.
Contoh Soal:
Subnetting apa yang terjadi pada IP Address kelas
C 192.168.1.0/27?
Jawab:
Subnet mask dari 192.168.1.0/27 adalah
11111111.1111111.11111111.11100000 atau 255.255.255.224, maka:
1. Jumlah
Subnet,
Jumlah subnet dapat dicari dengan 2 pangkat x,
dimana x adalah banyaknya angka 1 pada oktet 4, dalam perhitungan subnet mask diatas
ada 3, sehingga Jumlah subnet mask adalah 2 pangkat 3 sama dengan 8 buah
subnet
2. Jumlah
Host,
Jumlah host pada tiap subnet dapat dicari dengan
((2 pangkat y)-2), dimana y adalah banyaknya angka 0 pada oktet 4, dalam
perhitungan diatas ada 5, sehingga Jumlah Host tiap subnetnya adalah 2 pangkat
5 sama dengan 30 host tiap subnet.
3. Blok
Subnet,
Untuk mencari dapat dicari dengan dengan cara
256-224 (dimana 224 adalah nilai oktet 4) sama dengan 32. Untuk mencari subnet
yang lain hasil ini dikali 2=64, dikali 3=96, dikali 4=128, dikali 5=160,
dikali 6=192, dikali 7=224 dikali 8=256. Sehingga blok subnet yang valid
adalah 0 (pasti ada), 32,64,96,128,160,192, dan 224.
4. Network
Address, Host Address dan Broadcast Address yang valid
Untuk mencari alamat host, broadcast dan network
(subnet) kita langsung aja buat tabel lengkapnya perhitungan subnetting
ini sebagai berikut:
Demikianlah sekilas tentang contoh soal
perhitungan subnetting, semoga ada manfaatnya.
Sumber : http://jakinformatika.blogspot.com/2012/11/mengenal-teknik-subnetting.html
Sumber : http://jakinformatika.blogspot.com/2012/11/mengenal-teknik-subnetting.html



Tidak ada komentar:
Posting Komentar